WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit https://warta.iopri.org/index.php/Warta <p><strong>WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit</strong></p> <p>Merupakan&nbsp; media publikasi ilmiah bagi para pakar, peneliti, praktisi, dan seluruh elemen yang terlibat dalam industri kelapa sawit Indonesia. WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit ini berisi informasi hasil penelitian, kajian, maupun pengalaman di lapangan mengenai industri kelapa sawit. Berbagi informasi untuk pengembangan industri kelapa sawit di Indonesia akan mempercepat peningkatkan daya saing kelapa sawit Indonesia di dunia Internasional. Saran perbaikan ide-ide pembaruan untuk perbaikan WARTA ini sangat kami harapkan. Partisipasi aktif dari para pakar, peneliti, dan praktisi industri kelapa sawit di Indonesia sangat kami harapkan untuk lebih menghidupkan media publikasi ilmiah ini.</p> <p><strong>Warta Pusat Penelitian Kelapa Sawit Terindeks Pada :</strong></p> <p><a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=wSUTmiUAAAAJ&amp;hl=id&amp;authuser=5" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/admin/01-googlescholar11.png"></a></p> Pusat Penelitian Kelapa Sawit en-US WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit 0853-2141 IMPLEMENTASI APLIKASI QR-CODE SCANNER BERBASIS WEB UNTUK PENELUSURAN RIWAYAT PRODUKSI BENIH PADA POHON INDUK KELAPA SAWIT https://warta.iopri.org/index.php/Warta/article/view/221 <p>Aplikasi IOPRI Palm Scanner berbasis web dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi penelusuran riwayat produksi benih kelapa sawit melalui pemindaian <em>QR-Code </em>yang terpasang pada pohon induk. Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan akses data pohon induk, monitoring proses persilangan, dan pelacakan produksi benih di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS). Dengan memanfaatkan teknologi frontend (HTML, CSS, JavaScript) dan backend (Laravel, PHP), sistem terintegrasi dengan database SIMSUS yang telah ada. Hasil pengujian menunjukkan aplikasi mampu mempercepat identifikasi pohon, mengurangi kesalahan input manual, dan menyajikan data secara akurat. Kendala seperti ketergantungan pada koneksi internet dan kerusakan label <em>QR-Code </em>menjadi tantangan yang perlu diatasi. Untuk pengembangan selanjutnya, disarankan penambahan fitur <em>offline mode </em>guna meningkatkan fleksibilitas penggunaan di lapangan.</p> Nanang Supena Indah Azzahra S Kayla Kusuma Prasetyo Khara Kiasaty Sarah Salsabila Batubara Julyant Anggara Copyright (c) 2026 WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit 2025-10-31 2025-10-31 30 3 147 158 10.22302/iopri.war.warta.v30i3.221 BLACK SOLDIER FLY (Hermetia illucens L.): SIKLUS HIDUP DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEBERHASILAN BUDIDAYA DI SETIAP TAHAPANNYA https://warta.iopri.org/index.php/Warta/article/view/224 <p><em>Black soldier fly </em>(BSF) adalah salah satu serangga polifagus yang tersebar luas di perkebunan kelapa sawit khususnya pada tandan kosong kelapa sawit yang dibiarkan melapuk. Larva BSF menunjukkan kapabilitas biokonversi yang tinggi terhadap limbah dan produk samping dari industri kelapa sawit. Selain itu, larva BSF menghasilkan berbagai produk turunan bernilai ekonomi, seperti bahan baku pakan ternak serta sumber nutrisi penting yang mendukung pertumbuhan tanaman. Artikel ini menyajikan kompilasi hasil-hasil penelitian terkait teknik budidaya BSF, khususnya terkait karakteristik siklus hidup dan variabel utama yang menentukan keberhasilan pada setiap tahapan perkembangan. Siklus hidup BSF terdiri atas lima fase utama, yaitu telur, larva, prepupa, pupa, dan imago (lalat dewasa), di mana setiap tahap menunjukkan karakteristik biologis dan ekologis khas yang berperan penting dalam keseluruhan dinamika perkembangan spesies ini. Efektivitas pada setiap tahap perkembangan dalam siklus hidup BSF dipengaruhi secara signifikan oleh sejumlah variabel lingkungan, termasuk suhu, kelembapan relatif, intensitas cahaya, ketersediaan sumber pakan, serta karakteristik fisik dan kimiawi substrat yang digunakan. Pemahaman mendalam mengenai interaksi antara siklus hidup dan faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan budidaya BSF ini sangat penting untuk diperhatikan, guna mengoptimalkan budidaya BSF dalam pengaplikasiannya sebagai upaya berkelanjutan dalam melakukan pengolahan limbah ataupun pemanfaatan produk samping industri kelapa sawit.</p> Mulki Salendra Kusumah Bagus Giri Yudanto Frisda Rimbun Panjaitan Muhammad Edwin Syahputra Lubis Brahmani Dewa Bajra Ilmi Fadhilah Rizki Manda Edy Mulyono Copyright (c) 2026 WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit 2025-10-31 2025-10-31 30 3 159 176 10.22302/iopri.war.warta.v30i3.224 PRODUKSI DAN PEMANFAATAN GLISERIN PITCH DARI INDUSTRI OLEOKIMIA BERBASIS KELAPA SAWIT https://warta.iopri.org/index.php/Warta/article/view/236 <p>Gliserin pitch (GP) merupakan produk sampingan dari industri turunan kelapa sawit oleokimia khususnya pengolahan fatty acid &amp; gliserin serta biodiesel yang menghadirkan tantangan besar dalam pengelolaannya sebagai limbah, namun juga menawarkan peluang untuk pemanfaatannya yang berkelanjutan. Permintaan global terhadap gliserin yang meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi dan standar hidup telah meningkatkan produksi gliserin, terutama dari sektor produksi biodiesel dan oleokimia. Di Indonesia, GP dihasilkan sebagai produk residu selama proses pemurnian gliserin, yang menghasilkan gliserin berkualitas tinggi. GP mengandung gliserol dalam konsentrasi rendah dan kontaminan lainnya, yang menjadikannya sebagai limbah berbahaya. Pengelolaan GP memerlukan biaya tinggi dan menimbulkan tantangan lingkungan sehingga pembuangannya memerlukan metode khusus.Berbagai strategi telah diusulkan untuk mengonversi glycerine pitch (GP) menjadi produk bernilai tambah, mencakup pemanfaatannya sebagai bahan baku biofuel, material konstruksi, dan bioplastik, sekaligus sebagai sumber nutrien dan substrat potensial dalam produksi pupuk hayati. Meskipun terdapat hambatan ekonomi dan teknologi, seperti biaya pengolahan yang tinggi, perkembangan teknologi hijau dan ekonomi sirkular memberikan peluang untuk memanfaatkan kembali GP menjadi produk bernilai tambah.</p> Muhammad Anshari Hasrul Abdi Hasibuan M. Erlangga Habibi Nst Fadlin Qistin Nasution Copyright (c) 2026 WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit 2026-01-28 2026-01-28 30 3 177 188 10.22302/iopri.war.warta.v30i3.236 PENGARUH PENAMBAHAN ECO-ENZYME TERHADAP LAJU DEKOMPOSISI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT https://warta.iopri.org/index.php/Warta/article/view/239 <p>Indonesia sebagai produsen utama kelapa sawit menghasilkan volume limbah padat yang besar, terutama tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Limbah ini mengandung kadar lignoselulosa yang tinggi, sehingga sulit terurai secara alami dan berpotensi menimbulkan masalah lingkungan bila tidak ditangani dengan tepat. Proses penguraian TKKS dapat dioptimalkan dengan tambahan bioaktivator, seperti eco-enzyme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi eco-enzyme sebagai bioaktivator pada proses dekomposisi tandan kosong kelapa sawit. Perlakuan pada penelitian ini dilakukan dengan penyemprotan eco-enzyme dan air, serta dilakukan pengamatan pada hari ke-1, ke-7, dan ke-14. Parameter yang dianalisis adalah kadar C-organik menggunakan metode spektrofotometri, kadar N-total menggunakan metode Kjeldahl, dan diperoleh perhitungan rasio C/N. Hasil penelitian menunjukkan penambahan eco-enzyme memberikan penurunan kadar C-organik yang lebih cepat (6,64%), peningkatan kadar N-total (21,99%), dan penurunan rasio C/N hingga 23% yang mencapai standar kematangan dalam 14 hari. Secara keseluruhan, eco-enzyme berpotensi menjadi bioaktivator yang mempercepat proses dekomposisi TKKS.</p> Fayyadh Altamis Erwinsyah Firda Dimawarnita Yora Faramitha Fannysa Aulia Asy'ariyandika Copyright (c) 2026 WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit 2026-01-28 2026-01-28 30 3 189 196 10.22302/iopri.war.warta.v30i3.239 TRANSFORMASI PEMULIAAN TANAMAN KELAPA SAWIT MELALUI SELEKSI GENOMIK DAN KECERDASAN BUATAN MENUJU DATA-DRIVEN SMART BREEDING https://warta.iopri.org/index.php/Warta/article/view/242 <p>Penggunaan <em>genomic selection </em>(GS), <em>machine learning </em>(ML), dan <em>artificial intelligence </em>(AI) semakin mendorong pergeseran paradigma dari pemuliaan fenotipik tradisional menuju <em>predictive breeding</em>. Pendekatan ini memanfaatkan data genetik untuk memprediksi potensi suatu individu pada tahap perkembangan awal, sehingga secara drastis dapat mempercepat <em>genetic gain</em>. Tinjauan ini mengkaji transformasi menuju pemuliaan prediktif yang memanfaatkan GS dan AI untuk mempercepat target kemajuan genetik. GS memungkinkan prediksi pemuliaan individu menggunakan penanda genomik, mengatasi keterbatasan <em>marker-assisted selection </em>(MAS). Integrasi dengan algoritma AI seperti <em>artificial neural networks </em>(ANN) meningkatkan akurasi prediksi hingga 32.8% dengan memperhitungkan interaksi non-linear dan epistasis. Implementasi komersial oleh Sime Darby Plantation (GenomeSelectâ„¢) membuktikan viabilitas ekonomi GS melalui strategi seleksi induk dan reduksi marker. Roadmap ke depan memerlukan pendekatan hibrid (GBLUP, model multi-trait, AI), investasi dalam <em>high-throughput phenotyping </em>dan <em>enviromics</em>, serta kolaborasi global untuk menciptakan ekosistem pemuliaan berbasis data (<em>data-driven smart breeding</em>) yang powerful.</p> Fauziatul Fitriyah Heri Adriwan Siregar Copyright (c) 2026 WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit 2026-01-28 2026-01-28 30 3 197 210 10.22302/iopri.war.warta.v30i3.242 STRATEGI PRAKTIS PENGELOLAAN LINGKUNGAN ABIOTIK UNTUK MENGURANGI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT https://warta.iopri.org/index.php/Warta/article/view/269 <p>Perubahan iklim berdampak nyata terhadap keberlanjutan perkebunan kelapa sawit, terutama melalui perubahan pola curah hujan, meningkatnya kejadian hujan ekstrem, serta periode kering yang lebih panjang. Kondisi ini memicu masalah ketersediaan air tanah, meningkatnya limpasan dan erosi, serta menurunnya efisiensi pemanfaatan air oleh tanaman. Artikel ini mengulas strategi praktis pengelolaan lingkungan abiotik sebagai Upaya adaptasi perubahan iklim di perkebunan kelapa sawit, dengan fokus pada konservasi tanah dan air. Pembahasan difokuskan pada penerapan rorak organik, guludan organik, serta pemanfaatan tumbuhan sebagai tanaman penutup tanah di gawangan dan sebagai mulsa di piringan. Ketiga pendekatan tersebut berperan dalam menahan dan mendistribusikan air hujan, menjaga kelembapan tanah, mengurangi erosi, serta meningkatkan kandungan bahan organik dan hara tanah. Integrasi teknik konservasi ini memperkuat fungsi tanah sebagai pengatur ketersediaan air dan penyangga terhadap fluktuasi iklim ekstrem. Artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan praktis bagi pengelola kebun dan pemangku kepentingan dalam merancang strategi pengelolaan Perkebunan kelapa sawit yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim.</p> Yenni Asbur Mira Ariyanti Sudirman Yahya Copyright (c) 2026 WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit 2026-01-28 2026-01-28 30 3 211 224 10.22302/iopri.war.warta.v30i3.269