STRATEGI PRAKTIS PENGELOLAAN LINGKUNGAN ABIOTIK UNTUK MENGURANGI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Konservasi Air dan Tanah melalui Rorak, Guludan Organik, dan Pemanfaatan Gulma

Main Article Content

Yenni Asbur
Mira Ariyanti
Sudirman Yahya

Abstract

Perubahan iklim berdampak nyata terhadap keberlanjutan perkebunan kelapa sawit, terutama melalui perubahan pola curah hujan, meningkatnya kejadian hujan ekstrem, serta periode kering yang lebih panjang. Kondisi ini memicu masalah ketersediaan air tanah, meningkatnya limpasan dan erosi, serta menurunnya efisiensi pemanfaatan air oleh tanaman. Artikel ini mengulas strategi praktis pengelolaan lingkungan abiotik sebagai Upaya adaptasi perubahan iklim di perkebunan kelapa sawit, dengan fokus pada konservasi tanah dan air. Pembahasan difokuskan pada penerapan rorak organik, guludan organik, serta pemanfaatan tumbuhan sebagai tanaman penutup tanah di gawangan dan sebagai mulsa di piringan. Ketiga pendekatan tersebut berperan dalam menahan dan mendistribusikan air hujan, menjaga kelembapan tanah, mengurangi erosi, serta meningkatkan kandungan bahan organik dan hara tanah. Integrasi teknik konservasi ini memperkuat fungsi tanah sebagai pengatur ketersediaan air dan penyangga terhadap fluktuasi iklim ekstrem. Artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan praktis bagi pengelola kebun dan pemangku kepentingan dalam merancang strategi pengelolaan Perkebunan kelapa sawit yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim.

Article Details

How to Cite
Asbur, Y., Ariyanti, M., & Yahya, S. (2026). STRATEGI PRAKTIS PENGELOLAAN LINGKUNGAN ABIOTIK UNTUK MENGURANGI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT: Konservasi Air dan Tanah melalui Rorak, Guludan Organik, dan Pemanfaatan Gulma. WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit, 30(3), 211-224. https://doi.org/10.22302/iopri.war.warta.v30i3.269
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)