KRIOPRESERVASI: KONSERVASI PLASMA NUTFAH KELAPA SAWIT JANGKA PANJANG

Authors

  • Ernayunita Ernayunita Indonesian Oil Palm Research Institute
  • Sri Wening Indonesian Oil Palm Research Institute
  • Nanang Supena Indonesian Oil Palm Research Institute
  • Taryono Universitas Gajah Mada

DOI:

https://doi.org/10.22302/iopri.war.warta.v26i1.43

Keywords:

kriopreservasi, kelapa sawit, plasma nutfah

Abstract

Penyimpanan plasma nutfah kelapa sawit dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan metode kriopreservasi yang mampu menyimpan plasma nutfah dalam jangka waktu yang cukup lama. Kriopreservasi diartikan sebagai salah satu teknik penyimpanan jaringan tanaman menggunakan temperatur yang sangat rendah -1960C (ultra low) pada media kriogenik menggunakan nitrogen cair. Kriopreservasi terbagi menjadi 2 yaitu metode kriopreservasi klasik dan metode kriopreservasi baru. Pada kelapa sawit, metode kriopreservasi yang banyak digunakan yaitu menggunakan metode kriopreservasi klasik dan metode baru diantaranya vitrifikasi dan droplet-vitrifikasi. Material kelapa sawit yang disimpan diantaranya embrio zigotik, kernel, polen, kalus, suspensi sel dan sel embriogenik dari suspensi sel, dan embrio somatik. Dari berbagai jenis material tersebut, mayoritas menggunakan material berupa embrio somatik yang dihasilkan dari perbanyakan menggunakan kultur jaringan. Penggunaan embrio somatik dinilai lebih mudah dilakukan dan mampu menghasilkan pertumbuhan kembali setelah kriopreservasi dengan persentase keberhasilan yang cukup tinggi.

Published

2021-02-26

How to Cite

KRIOPRESERVASI: KONSERVASI PLASMA NUTFAH KELAPA SAWIT JANGKA PANJANG. (2021). WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit, 26(1), 30-39. https://doi.org/10.22302/iopri.war.warta.v26i1.43

Most read articles by the same author(s)