FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KALOGENESIS KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) SERTA PELUANG PENGEMBANGAN DI MASA DEPAN
Main Article Content
Abstract
Kultur jaringan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) melalui embriogenesis somatik merupakan metode penting untuk perbanyakan klonal genotipe unggul, namun keberhasilannya masih dibatasi oleh rendah dan tidak konsistennya induksi kalus. Kalogenesis merupakan tahap krusial karena menentukan efisiensi pembentukan embrio somatik dan jumlah tanaman yang dihasilkan. Artikel ini meninjau faktor-faktor utama yang mempengaruhi kalogenesis kelapa sawit secara in vitro, meliputi komposisi media dasar, jenis dan konsentrasi zat pengatur tumbuh, genotipe, sumber eksplan, nomor daun, topofisis, serta peran bahan aditif media. Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa respon kalogenesis bersifat multifaktorial dan sangat dipengaruhi oleh interaksi antar faktor serta latar belakang genetik eksplan. Optimasi media dan zat pengatur tumbuh dalam rentang efektif, penggunaan jaringan muda yang bersifat meristematik, serta penambahan bahan aditif seperti asam amino dan senyawa organik dilaporkan berpotensi meningkatkan keberhasilan induksi kalus. Pemahaman terintegrasi terhadap faktor-faktor tersebut diperlukan untuk pengembangan protokol kultur jaringan kelapa sawit yang lebih efisien dan stabil secara genetik.